BELANJA TERUS SAMPAI MATI

April 10, 2008 pada 4:41 pm | Ditulis dalam Katagori | 1 Komentar

Tampaknya manusia hampir tidak pernah tidak berbelanja dalam hidupnya, baik itu untuk sekedar memenuhi kebutuhan seperti makanan dan pakaian maupun sebagai sekedar hiburan dan pemuasan diri belaka. Walaupun terkadang kita tersadar bahwa kita tidak akan pernah terpuaskan sampai malaikat maut menjemput, tetapi keinginan untuk pemuasan diri menjadikan kita akan tetap melupakan bahwa kita telah sering terjebak dalam kebutuhan-kebutuhan kita sendiri.

Berbelanja tentu saja merupakan suatu kewajaran karena manusia tentu saja memiliki berbagai kebutuhan, dan semua manusia juga sepakat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Namun semua juga sepakat bahwa kebutuhan akan makanan dan pakaian merupakan kebutuhan primer yang setiap manusia seharusnya berhak memilikinya.

Sebab-sebab orang berbelanja menurut Edward M. Tauber dalam “Why do People Shop” di Journal of Martketing 36, Oktober 1972 paling tidak dipengaruhi oleh 2 motif :

1. MOTIF PRIBADI

  • Peran yang diharapkan dan diterima dalam masyarakat ; ibu rumah tangga, suami atau mahasiswa
  • Sebagai Hiburan
  • Sebagai Pemuasan Diri
  • Belajar tentang trend baru, gerakan dan simbol yang mendukung mereka
  • Sebagai Aktivitas Fisik
  • Stimulasi Indra

2. MOTIF SOSIAL

  • Sebagai pengalaman sosial di luar rumah
  • Sebagai ajang komunikasi dengan orang lain yang memiliki minat sama
  • Daya tarik suatu kelompok rujukan atau perkumpulan
  • Status dan otoritas yang memberikan efek menarik perhatian dan respek atau untuk sekedar ingin dilayani
  • Kesenangan dalam tawar-menawar

Sangat disayangkan kenyataannya terdapat manusia yang sibuk berbelanja dengan cara yang buruk; yaitu mereka yang sibuk berbelanja hal yang sangat jauh dari kebutuhan primer maupun sekunder sambil melupakan orang-orang yang gigih berjuang setiap hari tetapi tetap kesulitan untuk mendapatkan makanan, mereka yang berbelanja hal-hal yang sebenarnya tidak penting tapi tidak peduli dengan saudaranya yang hampir mati kelaparan, mereka yang royal menghabiskan uang-uangnya untuk sekedar hiburan tapi tidak tahu menahu jika tetangganya adalah orang yang malu untuk meminta-minta hingga mereka mati kelaparan.

Kesibukan yang satu ini terkadang membuat orang menjadi lupa akan hal-hal lain yang bersifat sosial, padahal Rasul telah mewanti-wanti tentang ketidakakanpernahpuasan manusia itu terhadap kebutuhannya :

Seandainya anak cucu Adam mempunyai dua lembah harta, tentu ia masih menginginkan yang ketiga. Padahal yang memenuhi perut anak cucu Adam hanyalah tanah (kematian) (HR Muslim)

1 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. grup band efek rumah kaca yang lagunya mengkritik lagu cinta cengeng yach? hehehe

    shopaholic gitu kalo gak belanja bisa sakauw kali, Ky makanya gitu hehehe


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.