PEMUDA HARAPAN

Mei 5, 2008 at 2:22 pm | In Katagori | 4 Comments

Pemuda memang memegang peranan penting dalam hampir setiap perjuangan meraih sebuah cita-cita besar. Revolusi Perancis yang menumbangkan kekuasaan monarki digerakkan oleh para pemuda-pemudi. Perjuangan pro demokrasi di RRC dan Burma juga digerakkan oleh pemuda dan pemudi. Medan Tiananmen di Beijing, Cina telah menjadi saksi bagaimana keberanian pemuda-pemudi menyongsong desingan peluru demi cita-cita demokrasi yang didambakannya. Bahkan foto yang merekam keberanian seorang pemuda pro-demokrasi menyongsong iringan mobil anti peluru menjadi foto jurnalistik terbaik ketika itu. Para pengikut setia Lenin dan Stalin diawal kemenangan komunis di Rusia kebanyakannya adalah para pemuda. Pemuda Michail Gorbachev ketika berusia 18 tahun menulis, Lenin adalah ayahku, guruku dan Tuhanku.

Sejarah luhur bangsa ini pun telah mencatat , bahwa dari organisasi persatuan kepemudaan yang aktif mengambil bagian dari deklarasi sumpah pemuda itu ialah Yong Islamiten Bond, Yong Yava, Yong Sumatra, Yong Ambon dan lainnya, merekalah yang sejak awal perjuangan membangun bangsa dan menyatakan visi dan model bangsa dan negara Indonesia ini.

Begitu juga dalam sejarah Islam, pemuda-pemudi memegang peranan penting. Para Nabi dan Rasul yang diutus Allah untuk menyampaikan ajaran agama Allah terpilih dari kalangan pemuda yang rata-rata berusia 30-40 tahun. Berkata Ibnu Abbas ra, “Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja 30 – 40 tahun . (Tafsir Ibn Katsir III / 63.

Dalam Al-quran terdapat banyak kisah pemuda dalam menegakkan kebenaran. Ada pemuda Ashabul Kahfi, Musa, Yusuf dan sebagainya. Renungkanlah kisah bagaimana keberanian seorang pemuda yaitu Nabi Ibrahim yang kisahnya terdapat dalam surah Al Anbiya ayat 60 Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim” Ibrahim memang sangat menentang keras kebiasaan kaumnya yang menyembah sesuatu selain Allah. Dalam Asy Syu’ara ayat 72 – 74, diceritakan bagaimana Ibrahim berdebat mengenai cara kaumnya berpikir. Berkata Ibrahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (do’a)mu sewaktu kamu berdo’a (kepadanya)?” atau (dapatkah) mereka memberi manfa’at kepadamu atau memberi mudharat? Mereka menjawab: “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian”. Jelaslah bahwa mereka menyembah berhala-berhala itu karena taqlid (ikut-ikutan) buta semata-mata, tanpa Ilmu.

Maka saya tidak heran jika saat ini penghancuran peradaban dalam masyarakat Indonesia oleh Barat dimulai dari meninabobokan pemuda-pemudi Indonesia dengan kesenangan semu yang berlebihan dan perusakan moral para pemudanya. Saya melihat amat sedikit sekali pemuda yang memegang teguh ideologinya demi agama dan bangsanya, kebanyakan mereka terbuai dengan sedikit kesenangan dan kebebasan tanpa merasa ditekan untuk berpikir memajukan masyarakatnya. Mereka lemah tak berdaya, terbuai dan sedikit sekali berpikir dan bertindak untuk perubahan. Kalau hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk hidupnya, jangan pernah bermimpi lagi untuk membangun peradaban yang baik dimasa yang akan datang.

Marilah Pemuda Indonesia kita melakukan Revolusi bersama-sama dengan cara berpikir yang lebih baik lagi, mari tinggalkan permainan-permainan itu, tanggalkan baju-baju keinginan pada sesuatu yang tidak bermanfaat, tanamlah pohon yang kelak akan tumbuh besar dan rindang dengan buah yang manis, bersihkan sampah-sampah disekitar kita lalu cegah mereka untuk tidak mengotorinya lagi.

Dikutip dari “Majalah Ghoib” Edisi 54 Th. 3 Desember 2005

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Gak tau yah gue merasa saban kali maen ke blog ini, gue merasa sedang membaca situs konsultasi agama Islam hehehe.

    Iya, mudamu sebelum tuamu, masa muda adalah masa penentu seluruh kehidupan kita kelak bahkan penentu kehidupan anak cucu kita.

    “Aku menghabiskan usia 30-an untuk memperbaiki segala kesalahanku di usia 20-an – Eddy Murphy”

  2. Iya yon gw udah menjadi fanatik banget terhadap Islam, setiap gw mau nulis apa aja pasti jatuhnya ke Islam atau jadinya berhubungan dengan Islam, mudah-mudahan Islam ini terus menjadi idiologi saya dan selalu mengiringi gerak saya kapanpun dimanapun dan juga diiringi dengan bertambahnya ilmu yang bermanfaat ya, amien.

  3. Hehehe mungkin maksudnya berusaha kaffah dan istiqomah menjalankan Islam ya? yah itu harus, kita kan Muslim berarti kita udah setuju untuk menerima dan menjalani ajaran Islam tanpa protes dan bantahan.

    Itulah komitmen kita terhadap agama Islam yang kita yakini sebagai agama sempurna, agama yang diridhoi Allah SWT, gak sekedar keturunan karena ortu kita Islam semua, Islam adalah pilihan dan prinsip kita :)

    Kalo Oky udah memilih menulis tentang Islam, saya dukung 100%, jadi saya bisa belajar banyak di sini. Kebetulan saya concern banget sama pemahaman umat Islam terhadap ajaran Islam itu sendiri. Banyak orang Islam khususnya Indonesia yang salah memahami ajaran Islam, frustasi dan bosen liatnya, tapi kalo liat Buya HAMKA serasa oase meski ironi kok orang kaya Buya dikit banget yah.

    Kapan-kapan nulis tentang pemahaman yang salah dan keliru tentang Islam ya Ky, sukses.

  4. iya .. saya juga sependapat .. maka itu jangan sia-siakan masa mudamu sebelum terlambat dan menyesal di masa tua .. :D


Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.