SIAPA PRESIDEN INDONESIA BERIKUTNYA?
Agustus 21, 2008 at 4:38 pm | In Katagori | 5 CommentsApril 2009 nanti rencananya bangsa Indonesia akan melangsungkan Pemilihan umum untuk kesekian kalinya, para calon-calon legislatif sudah mulai unjuk gigi lewat berbagai media, baik baliho yang berukuran jumbo di jalan-jalan maupun iklan-iklan rutin di Televisi. Mereka semua berlomba merebut simpati masyarakat, berlomba untuk dekat dengan rakyat serta ikut merasakan penderitaan rakyat. Mereka semua menjanjikan masa depan yang cerah untuk bangsa dan negara Indonesia yang mereka klaim sebagai negeri yang mereka cintai.
Sejarah bangsa ini pernah melahirkan pemimpin-pemimpin besar serta pejuang-pejuang yang dengan jiwa raganya telah berhasil mewujudkan Indonesia merdeka dan bersatu hingga saat ini. Tidak dipungkiri lagi bagaimana hebatnya perjuangan sang Jenderal Sudirman memimpin pasukan dan bertempur, besarnya jasa Bung Karno dan Bung Hatta yang sangat berani merumuskan serta menandatangani Proklamasi yang dengan itu mereka mempertaruhkan nyawanya untuk sebuah kemerdekaan, Bung Tomo yang menjadi penggerak perjuangan revolusioner di Surabaya, perjuangan Mohammad Natsir sebagai Perdana Menteri Indonesia dalam melakukan loby-loby baik di dalam negeri untuk mempersatukan wilayah-wilayah Indonesia yang terancam pecah maupun di luar negeri untuk melawan ulah sekutu yang mengambil alih dan hendak menjadikan Indonesia pecah menjadi negara-negara kecil, serta pejuang-pejuang dan pembesar-pembesar Indonesia dahulu yang rela dibunuh, dipenjara dan diasingkan untuk ditukarkan dengan kemerdekaan NKRI yang hingga kini dinikmati oleh Bangsa Indonesia. Tidak dipungkiri bahwa Negara Indonesia yang bersatu, berdaulat dan merdeka dari segi pendudukan dan pemerintahan saat ini merupakan hasil jerih payah pejuang-pejuang dan pemimpin-pemimpin besar kita tersebut.
Saya melihat ada beberapa persamaan pada para pemimpin-pemimpin besar terdahulu yang seharusnya dimiliki oleh calon-calon Pemimpin kita saat ini. Para pejuang-pejuang dan pemimpin-pemimpin besar tanah air dahulu memiliki beberapa kriteria yang pasti mereka miliki :
- Keberanian, mereka semua rela menukar nyawa untuk kemerdekaan, kedaulatan dan persatuan Indonesia. Mereka tidak akan rela sejengkal tanah apalagi pulau direbut, dijajah, dikuasai maupun dieksploitasi oleh negara lain, dan mereka akan mengusir orang-orang yang berusaha merampok dan menjual negeri ini.
- Ketegasan, mereka semua adalah pemimpin yang tegas baik perkataan maupun tindakan, mereka akan katakan TIDAK jika itu buruk untuk negeri ini, dan mereka tidak akan rela persatuan bangsa goyah apalagi jika daerah-daerah dalam wilayah NKRI ingin memisahkan diri, mereka tidak akan rela.
- Berprinsip, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya, selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Mereka sangat memegang prinsip bahwa Rakyat Indonesia Lebih berhak atas kekayaannya. Mereka tidak suka berjanji, tapi mereka lebih suka bertindak.
- Tidak akan menyerahkan sedikitpun harga dirinya, mereka tidak akan pernah mengemis meminta bantuan, mereka tidak akan diam jika ditekan dan mereka akan berontak jika Indonesia terancam. Menyelamatkan harga diri bangsa adalah gerak mereka.
- Memiliki Visi yang matang, pemimpin-pemimpin besar kita dahulu tentu memiliki visi yang matang sangat terlihat ketika Soekarno dahulu menolak bantuan utang luar negeri yang saat ini terbukti justru menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan.
Pemimpin-pemimpin kita saat ini memang terlihat jauh berbeda dibandingkan pemimpin-pemimpin pada era perjuangan kemerdekaan, pemimpin Indonesia saat ini hanya diam saja melihat kekayaan-kekayaan alamnya dieksploitasi negara lain, masyarakatnya tidak dihargai, satu persatu pulaunya dirampas, perekonomiannya didikte, hukum diperjual belikan dan sangat takut untuk mengatakan TIDAK pada intervensi asing walaupun intervensi tersebut hal yang sangat sensitif sekali dan dapat mengancam kesatuan Republik Indonesia.
Pemimpin-pemimpin Indonesia saat ini senang berjanji menjelang pemilu, dekat sekali dengan rakyat menjelang pemilu, terlihat sangat pintar menjelang pemilu dan sangat merasakan penderitaan dan kelaparan yang dialami rakyat hanya menjelang pemilu, tapi setelah terpilih mereka hanya diam saja, lupa dengan janji-janji pada rakyatnya dan berpura-pura bodoh atau memang bodoh dan tidak mengerti bahwa ada persoalan besar dalam negaranya.
Saya harap rakyat Indonesia cukup bijak dalam memilih Pemimpin dan tidak akan memilih kembali pemimpin-pemimpin saat ini dan kemarin-kemarin (era reformasi) yang jelas-jelas tidak membawa perubahan positif pada negara ini, mereka sangat dipandang sebelah mata, sama sekali tidak punya wibawa dan sangat mudah dikangkangi oleh pihak asing. Salah seorang teman bahkan berpendapat jika pemimpin-pemimpin Indonesia saat ini yang berada pada masa perjuangan dahulu, niscaya Indonesia tidak akan merdeka pada tahun 45 dan akan terus menerus dijajah hingga saat ini. Prioritaskan untuk memilih pemimpin-pemimpin yang bukan dari Orde Baru, setelah itu pilihlah yang kira-kira mimiliki kriteria-kriteria layaknya pemimpin-pemimpin besar Indonesia dahulu.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Hmmm….kayanya nyari calon pemimpin kaya gitu bagai nyari jarum di tengah lautan. harreee gennne? banyak orang yang mengklaim dirinya mampu membawa perubahan dan berbagai hal laennya, tapi selama belum ada buktinya, aku gak mau percaya dulu.
Komentar oleh yonna — Agustus 22, 2008 #
Sebenarnya sih pasti ada Yon orang yang memiliki kriteria layaknya pemimpin-pemimpin besar dahulu, tapi mungkin belum muncul atau tersingkir kali ya. Saat ini mungkin kita hanya bisa memilih yang terbaik dari yang terburuk, tapi tentu kesalahan fatal jika kita kembali memilih yang telah terbukti buruk dan tidak membawa perubahan yang menggembirakan.
Komentar oleh masoki — Agustus 25, 2008 #
“Saat ini mungkin kita hanya bisa memilih yang terbaik dari yang terburuk, tapi tentu kesalahan fatal jika kita kembali memilih yang telah terbukti buruk dan tidak membawa perubahan yang menggembirakan”
ya betul, gue dulu milih SBY juga pake pertimbangan itu, meski sekarang hasilnya gak menggembirakan. cuma apakah kondisi 2009 nanti juga harus gitu lagi? lagi2 memilih yang terbaik dari yang terburuk, daripada milih mega mending milis SBY, daripada milih SBY mending Soetrisno Bachir misalnya. caaape deeh.
Komentar oleh yonna — Agustus 26, 2008 #
Perhelatan akbar 5 taun sekali tampaknya sampai kapanpun tidak akan berpengaruh banyak bagi masyarakat lapisan bawah (terbukti tukang becak lebih suka presiden soeharto walaupun jujur saja SBY lebih baik dari beliau).
Yang diperlukan menurut saya reformasi birokrasi.
Percuma presidennya memenuhi kriteria di atas sementara bawah-bawahnya masih korup.
Hehe
Cuma opini.
Wassalam
Komentar oleh muhammadyorga — Oktober 6, 2008 #
Mungkin gak berpengaruh banyak, tapi bisa juga menjadi sangat berpengaruh karena tentu saja kebijakan2 negara ini berada ditangan pemimpin2nya, tapi yang pasti ketika masyarakat terutama lapisan bawah akan menggunakan hak pilihnya, mereka memiliki harapan yang sangat besar terhadap wakil2 yang mereka pilih.
Memang yang sangat penting saat ini adalah mengembalikan manusia2 Indonesia terutama calon2 2009 nanti ke nilai2 akhlak, moral, mental dan budaya yang baik dan benar. Dan karena Pemilu nanti bukan cuma hanya memilih Presiden saja tetapi juga memilih wakil2 yang duduk dalam DPR dan DPRD, saya rasa kriteria2 pemimpin diatas dapat digunakan untuk menyeleksi calon2 2009 nanti.
Satu hal lagi menurut saya penting yaitu jika Pemimpin2 kita saat ini memiliki ketegasan maka kasus2 korupsi yang baru2 ini telah banyak diungkap KPK gak akan terlihat mengambang dan lambat ditangani seperti sekarang ini.
Komentar oleh masoki — Oktober 6, 2008 #